Sabtu, 25 Agustus 2012

Membuat makalah

cara membuat makalah yang benar

cara membuat makalah yang benar, tidak banyak orang yang bisa membuat makalah yg benar, baik di tinjau dari kata kata maupun dari tata urutan, serta dari gaya bahasanya, sedikit pun kesalahan pada makalah akan berakibat fatal, untuk itu di sini sya akan berbagi tips membuat makalah yang benar
dengan demikian anda nantinya akan dapat membuat makalah yang benar dari tips membuat makalah saya,
pertama tama dan untuk pertama kali
 Topik
Bila topik telah ditentukan, anda mungkin tidak lagi memiliki kebebasan untuk memilih. Namun demikian, bukan berarti anda siap untuk menuju langkah berikutnya.
Pikirkan terlebih dahulu tipe naskah yang akan anda tulis. Apakah berupa tinjauan umum, atau analisis topik secara khusus? Jika hanya merupakan tinjauan umum, anda dapat langsung menuju ke langkah berikutnya. Tapi bila anda ingin melakukan analisis khusus, topik anda harus benar-benar spesifik. Jika topik masih terlalu umum, anda dapat mempersempit topik anda. Sebagai contoh, bila topik tentang “Indonesia” adalah satu topik yang masih sangat umum. Jika tujuan anda menulis sebuah gambaran umum (overview), maka topik ini sudah tepat. Namun bila anda ingin membuat analisis singkat, anda dapat mempersempit topik ini menjadi “Kekayaan Budaya Indonesia” atau “Situasi Politik di Indonesia. Setelah anda yakin akan apa yang anda tulis, anda bisa melanjutkan ke langkah berikutnya.
Bila topik belum ditentukan, maka tugas anda jauh lebih berat. Di sisi lain, sebenarnya anda memiliki kebebasan memilih topik yang anda sukai, sehingga biasanya membuat esai anda jauh lebih kuat dan berkarakter.
Tujuan
Tentukan terlebih dahulu tujuan esai yang akan anda tulis. Apakah untuk meyakinkan orang agar mempercayai apa yang anda percayai? Menjelaskan bagaimana melakukan hal-hal tertentu? Mendidik pembaca tentang seseorang, ide, tempat atau sesuatu? Apapun topik yang anda pilih, harus sesuai dengan tujuannya.
Tuliskan Minat Anda
Jika anda telah menetapkan tujuan esai anda, tuliskan beberapa subyek yang menarik minat anda. Semakin banyak subyek yang anda tulis, akan semakin baik. Jika anda memiliki masalah dalam menemukan subyek yang anda minati, coba lihat di sekeliling anda. Adakah hal-hal yang menarik di sekitar anda? Pikirkan hidup anda? Apa yang anda lakukan? Mungkin ada beberapa yang menarik untuk dijadikan topik. Jangan mengevaluasi subyek-subyek tersebut, tuliskan saja segala sesuatu yang terlintas di kepala.
Evaluasi Potensial Topik
Jika telah ada bebearpa topik yang pantas, pertimbangkan masing-masing topik tersebut. Jika tujuannya mendidik, anda harus mengerti benar tentang topik yang dimaksud. Jika tujuannya meyakinkan, maka topik tersebut harus benar-benar menggairahkan. Yang paling penting, berapa banyak ide-ide yang anda miliki untuk topik yang anda pilih.
Sebelum anda meneruskan ke langkah berikutnya, lihatlah lagi bentuk naskah yang anda tulis. Sama halnya dengan kasus dimana topik anda telah ditentukan, anda juga perlu memikirkan bentuk naskah yang anda tulis.
Membuat Outline
Tujuan dari pembuatan outline adalah meletakkan ide-ide tentang topik anda dalam naskah dalam sebuah format yang terorganisir.
Mulailah dengang menulis topik anda di bagian atas
Tuliskan angka romawi I, II, III di sebelah kiri halaman tersebut, dengan jarak yang cukup lebar diantaranya
Tuliskan garis besar ide anda tentang topik yang anda maksud:
Jika anda mencoba meyakinkan, berikan argumentasi terbaik
Jika anda menjelaskan satu proses, tuliskan langkah-langkahnya sehingga dapat dipahami pembaca
Jika anda mencoba menginformasikan sesuatu, jelaskan kategori utama dari informasi tersebut
Pada masing-masing romawi, tuliskan A, B, dan C menurun di sis kiri halaman tersebut. Tuliskan fakta atau informasi yang mendukung ide utama
Menuliskan Tesis
Suatu pernyataan tesis mencerminkan isi esai dan poin penting yang akan disampaikan oleh pengarangnya. Anda telah menentukan topik dari esai anda, sekarang anda harus melihat kembali outline yang telah anda buat, dan memutuskan poin penting apa yang akan anda buat. Pernyataan tesis anda terdiri dari dua bagian:
Bagian pertama menyatakan topik. Contoh: Budaya Indonesia, Korupsi di Indonesia
Bagian kedua menyatakan poin-poin dari esai anda. Contoh: memiliki kekayaan yang luar biasa, memerlukan waktu yang panjang untuk memberantasnya, dst.
Menuliskan Tubuh Esai
Bagian ini merupakan bagian paling menyenangkan dari penulisan sebuah esai. Anda dapat menjelaskan, menggambarkan dan memberikan argumentasi dengan lengkap untuk topik yang telah anda pilih. Masing-masing ide penting yang anda tuliskan pada outline akan menjadi satu paragraf dari tubuh tesis anda.
Masing-masing paragraf memiliki struktur yang serupa:
Mulailah dengan menulis ide besar anda dalam bentuk kalimat. Misalkan ide anda adalah: “Pemberantasan korupsi di Indonesia”, anda dapat menuliskan: “Pemberantasan korupsi di Indonesia memerlukan kesabaran besar dan waktu yang lama”
Kemudian tuliskan masing-masing poin pendukung ide tersebut, namun sisakan empat sampai lima baris.
Pada masing-masing poin, tuliskan perluasan dari poin tersebut. Elaborasi ini dapat berupa deskripsi atau penjelasan atau diskusi
Bila perlu, anda dapat menggunakan kalimat kesimpulan pada masing-masing paragraf.

ada pun tata urutan membuat makalah yang benar adalah sebagai berikut

1. Kata Pengantar : Berisi tentang kata-kata harapan penulis, ucapan trimakasih, dll dari penulis.
2. Daftar Isi
3. Pendahuluan: Merupakan latar belakang dari pembuatan tugas, tujuan dan manfaat yang diinginkan.
4. Landasan Teori: Adalah kutipan teori-teori yang mendasari pembuatan makalah, biasanya akan langsung dikutip dari buku dan diktat.
5. Pembahasan: Merupakan bagian dari inti makalah, dan disini merupakan bagian untuk membahas mengenai makalah yang akan dibuat.
6. Kesmpulan: Disinilah ditungkan kesimpulan tentang makalah yang sudah ditulis.
7. Daftar Pustaka: Menuliskan sumber-sumber tulisan yang sudah dipakai dalam pembuatan makalah

MEMBACA PETA DAN NAVIGASI DARAT

BADAN SAR NASIONAL
BUKIT BARISAN A IV / 9 Komplek Perumahan Permata Puri Ngaliyan SEMARANG
TELP. (024)-7629192, FAX (024) 7629189 MARABAHAYA (024) 7628345 / 115



MEMBACA PETA DAN NAVIGASI DARAT
Sasaran yang ingin dicapai Setelah mempelajari bab ini peserta mampu :
 Mampu menjelaskan fungsi peta dan cara merawat peta.
 Mengukur sudut peta.
 Menginterprestasikan bentuk medan.
 Menentukan koordinat.
 Dapat mendemonstraskan pengunaan kompas.
 Bergerak di medan berpedoman kompas.
 Bergerak di medan berpedoman sudut kompas.
Pengertian navigasi darat
Suatu teknik untuk menentukan posisi kita maupun suatu obyek, serta arah lintasan kita di
peta sehingga dapat memberikan gambaran terhadap medan yang sedang dan akan kita lalui.
Peralatan dan perlengkapan Navigasi darat
 Peta
 Kompas
 Alti meter
 Busur derajat
 Penggaris
 Pensil
 Penghapus
 GPS (Global Position System)
PETA
Adalah gambaran seluruh atau sebagian dari permukaan bumi yang diproyeksikan ke dalam
bidang datar dengan perbandingan atau perkecilan tertentu yang dinamakan kedar atau skala,
dengan maksud agar sipemakai mempunyai gambaran atau bayangan mengenai suatu medan.
FUNGSI PETA
Sebagai alat bantu perencanaan sebelum menggerakkan unsur-unsur, pengendalian unsur
dan bantuan pertolongan dalam medan operasi SAR.
Merawat Peta
 Melipat bagian yang akan digunakan berada di luar
 Menggulung dan memasukkan ke dalam tabung.
 Membungkus dengan plastik.
 Laminating.
Judul Peta
http://ian43.wordpress.com
BADAN SAR NASIONAL
BUKIT BARISAN A IV / 9 Komplek Perumahan Permata Puri Ngaliyan SEMARANG
TELP. (024)-7629192, FAX (024) 7629189 MARABAHAYA (024) 7628345 / 115
Menerangkan identitas atau nama dari daerah yang tergambar pada lembar peta tersebut.
Biasanya peta diambil dari nama daerah yang terletak di tengah peta atau daerah yang paling besar
atau menonjol pada lembar peta tersebut.
Nomor Peta
Menerangkan nomor regristrasi dari tiap lembar peta. Biasanya ditempatkan di sudut kanan atas dari
peta.
Skala Peta atau kedar.
Skala Peta atau kedar adalah perbandingan jarak antara dua titik di peta dengan jarak mendatar
antara dua titik di medan sebenarnya.
Jarak di peta x skala = jarak di medan sebenarnya.
Sifat skala / kedar
Makin kecil angka di belakang tanda bagi (:) makin besar skala peta
Makin besar angka di belakang tanda bagi (:) makin kecil skalanya
Cara menyatakan skala :
1. Skala perbandingan
Contoh : 1 : 50.000
Artinya : 1 cm di peta = 50.000 cm di medan sebenanya = 500 m
Cara mengukur jarak di peta
1. Dengan mistar (untuk yang lurus)
2. Dengan curve meter (garis yang berbelok-belok)
3. Jika semuanya tidak ada gunakan kertas, kemudian ukur pada skala garis.
Memindahkan jarak di medan sebenarnya ke peta.
1. Perkirakan jarak yang anda jalani di medan sebenarnya .
2. Berapa skala yang anda pergunakan.
3. Bagi jarak yang anda peroleh (hasil “1”) dengan skala peta = jarak yang harus anda plot di peta.
LEGENDA PETA
Keterangan peta yang berupa simbol atau tanda yang memperkuat ketepatan semua yang
disajikan di peta dan ini biasanya terdapat di bawah / disamping peta. Tanda-tanda pada peta dapat
disajikan dalam bentuk warna maupun simbul-simbul, namun semuanya sebagai penguat dalam
upaya memahami peta.
KOORDINAT
1. UTM
Menentukan koordinat dilakukan diatas peta dan bukan di lapangan, caranya dengan
membagi karvak menjadi 10 bagian (untuk peta topografi). Titik koordinat adalah titik temu antara
sumbu vertikal dan sumbu horizontal. Untuk dapat selalu mengingal cara menentukan koordinat ada
http://ian43.wordpress.com
BADAN SAR NASIONAL
BUKIT BARISAN A IV / 9 Komplek Perumahan Permata Puri Ngaliyan SEMARANG
TELP. (024)-7629192, FAX (024) 7629189 MARABAHAYA (024) 7628345 / 115
beberapa patokan antara lain Easting, Northing (ke timur dan ke utara) atau Kika Batas ( dari
kiri ke kanan dan dari bawah ke atas).
Geografi
Koordinat yang dipergunakan untuk membaca peta rupa bumi
a. Cara membaca : lintang (……°, ….’, …..’’ N/S) / Bujur (……°, …..’,……’’ T)
b. Perhatikan nilai lintang dan bujur yang dicantumakan pada garis peta yang paling luar.
c. Perhatikan berapa detik pergeseran antara setiap garis pada lintang dan bujur . (30’’ pada skala 1 ;
25.000)
d. Cara menentukan
 Pembesaran nilai horizontal ke atas berada di belahan bumi bagian utara. (Bagian
ke atas / kiri ke kanan)
 Pembesaran nilai horizontal ke bawah berarti berada di belahan bumi bagian
selatan. (atas ke bawah / kiri ke kanan)
e. Hitung berapa detik nilai penyimpangan koordinat yang akan dicari, hasilnya tambahkan dengan
nilai garis (bagian utara tambahkan garis di bawahnya, bagian selatan tambahkan nilai garis
diatasnya, sedangkan garis bujur tambahkan nilai garis di kirinya.
f. Hasil adalah koordinat yang dicari.
ARAH
Arah mata angin memberi petunjuk secara kasar, jika menghendaki ketepatan adalah dengan
menggunakan kompas, dimana kompas mempunyai lingkaran yang terbagi menjadi 360°, jika
dikaitkan dengan arah mata angin maka 0°/360° = utara, 90° = timur, 180° = selatan dan 270° =
barat.
Dalam mempelajari arah kita mengenal 3 macam arah utara, yaitu :
1. Arah utara sebenarnya / kutub adalah arah utara yang ditunjukkan oleh garis meredian dimana
menunjuk ke arah kutub utara.
2. Arah utara peta adalah arah utara yang ditunjukkan oleh sumbu vertikal yang terdapat dalam
peta.
3. Arah utara magnetik / medan magnetik bumi adalah arah yang ditunjukkan oleh jarum kompas.
Ikhtilap Peta
Ikhtilap peta adalah sudut yang terbentuk oleh utara sebenarnya dengan utara peta baik ke
arah barat dan timur (grid declination)
Sudut / Azimuth
Adalah sudut yang terbentuk karena penyimpangan dari arah utara peta, besarnya azimuth /
sudut dinyatakan dengan derajat (°) dan sudut dihitung sesuai arah jarum jam.
Cara mengukur sudut peta.
 Tempatkan 0 selalu di utara
 Tempatkan gromet (bagian tengah busur) pada titik yang akan diukur besaran sudutnya.
 Yakinkan garis dapat dibaca berada pada angka yang tertera di busur derajat.
 Besaran sudut adalah sesuai nilai angka yang dilalui garis.
http://ian43.wordpress.com
BADAN SAR NASIONAL
BUKIT BARISAN A IV / 9 Komplek Perumahan Permata Puri Ngaliyan SEMARANG
TELP. (024)-7629192, FAX (024) 7629189 MARABAHAYA (024) 7628345 / 115
Sudut kompas
Sudut kompas adalah sudut yang ditunjukkan oleh kompas dimana terbentuk antara dua
garis yang satu kearah utara magnetik dan yang satu ke arah sasaran. Sudut kompas inilah yang
digunakan di lapangan / medan sebenarnya, jika arah ditentukan dari sudut peta maka arah
perjalanan harus dikoreksi dengan ikhtilap peta dan variasi magnetik.
Sudut kompas adalah sudut yang ditunjukkan oleh kompas dimana terbentuk antara dua garis yang
satu kearah utara magnetik dan yang satu ke arah sasaran. Sudut kompas inilah yang digunakan di
lapangan / medan sebenarnya, jika arah ditentukan dari sudut peta maka arah perjalanan harus
dikoreksi dengan ikhtilap peta dan variasi magnetik.
Back azimuth
Back azimuth adalah sudut balik dari suatu arah, dimana nilai sudutnya diperoleh jika :
 Arah kurang dari 180° maka back azimuthnya adalah
(arah + 180° = back azimuth)
 Arah lebih dari 180° maka back azimuthnya adalah
(arah - 180° = back azimuth)
Tujuan back azimuth, adalah untuk melakukan pengecekan apakah perjalanan yang dilakukan
berada dalam satu garis lurus atau tidak.
Garis ketinggian
Adalah garis yang berkelok-kelok dan tertutup serta merupakan rangkaian titik-titik yang
sama tingginya diukur dari permukaan laut.
Maksud garis ketinggian
1. Untuk mengetahui tinggi suatu tempat dari permukaan laut
2. Untuk mengetahui bentuk medan yang sebenarnya
Sifat-sifat garis ketinggian
1. Garis ketinggian yang lebih rendah selalu mengelilingi garis ketinggian yang lebih tinggi.
2. Garis ketinggian tidak akan saling berpotongan dan tidak akan bercabang.
3. Untuk medan landai garis ketinggian akan saling berjauhan.
4. Untuk daerah terjal garis ketinggian akan merapat / berdekatan.
5. Garis ketinggian yang menjorok keluar / menjauh dari puncak merupakan punggungan.
6. Garis ketinggian yang menjorok ke dalam / mendekat ke puncak dan berbentuk V adalah
lembah.
7. Perbedaan ketinggian antara dua garis ketinggian apabila tidak dicantumkan dalam peta = 1/2
000 x skala peta (m)
Titik-titik ketinggian (triangulasi)
Untuk mengetahui tinggi letak suatu titik / tempat diperlukan tanda di peta yaitu titik
ketinggian (triangulasi), titik iini telah diketahui ketinggiannya dari permukaan air laut.
Kompas
Kompas adalah alat penunjuk arah dengan berpedoman pada utara magnetik bumi.
Ketentuan kompas:
 Jarum magnetik.
 Skala lingkar mendatar (0 - 360°)
 Bidang penyangga.
http://ian43.wordpress.com
BADAN SAR NASIONAL
BUKIT BARISAN A IV / 9 Komplek Perumahan Permata Puri Ngaliyan SEMARANG
TELP. (024)-7629192, FAX (024) 7629189 MARABAHAYA (024) 7628345 / 115
Jenis kompas :
 Kompas bidik (prisma/lensatik).
 Kompas orienteering (silva).
Cara menggunakan kompas
 Buka kompas dan tutupnya tegak lurus ke atas.
 Tutupkan prisma di atas kaca kompas.
 Tarik cincin ibu jari jauh ke bawah.
 Masukkan ibu jari dalam cincin dan letakkan jari telunjuk menekan kotak kompas.
 Bawalah prisma ke depan mata.
 Arahkan kompas pada medan yang dicari, sudut kompasnya dengan melihat celah melalui
bidikan pada prisma, garis rambut berada pada satu garis dengan sasaran bidik.
 Baca melalui prisma nilai skala mendatar yang ditunjukkan plot yang ada dalam kompas (ini
merupakan sudut kompas).
MENGATASI RINTANGAN
Apabila pada garis lintasan perjalanan kita terhalang oleh rintangan misalnya tebing, rawa, danau
dsb, sehingga kita tidak dapat melewatinya maka cara mengatasinya adalah :
1. Perjalanan awal, misalnya adalah 45°
2. Setelah tiba di A (awal dari rintangan) belok ke kanan maka sudutnya adalah 45° + 90° = 135°
3. Jalan dengan arah 135° sampai dapat melewati rintangan, hitung jarak antara titik A sampai titik
B
4. Dari titik B belok ke kiri (arah 135° - 90° = 45°) berjalan hingga melewati rintangan (titik C).
5. Dari titik C belok ke kiri (arah 45° - 90° = 315°) berjalan sepanjang jarak dari titik A ke B (titik
D).
6. Dari titik D berbelok ke kanan (arah 315° + 90° = 45°) sehingga arah perjalanan sama dengan
arah perjalanan awal.
ORIENTASI PETA
Orientasi peta adalah bagaimana meletakkan peta secara benar sesuai dengan keadaan di medan.
Caranya : sejajarkan utara peta dengan utara sebenarnya, dengan bantuan utara kompas.
MENENTUKAN KEDUDUKAN DI PETA
Menentukan kedudukan di peta dapat dilakukan :
1. Orientasi medan mencocokan keadaan alam di medan dengan di peta.
2. Arah dan jarak.
3. Resection dan intersection.
MENENTUKAN KEMANA HARUS DIDROP
 Lakukan orientasi peta
 Tentukan cek point di peta yang terdekat dengan koordinat yang akan dituju.
 Mintalah ke posko untuk didrop ke cek point yang anda kenali di peta.
MENENTUKAN KEDUDUKAN DI MEDAN SEBENARNYA
 Lakukan orientasi peta
 Pastikan cek point yang anda tuju sesuai dengan yang ada di peta
 Ukur arah dan jarak yang anda buat tersebut, dan disitulah kedudukan anda di medan
sebenarnya.
http://ian43.wordpress.com
BADAN SAR NASIONAL
BUKIT BARISAN A IV / 9 Komplek Perumahan Permata Puri Ngaliyan SEMARANG
TELP. (024)-7629192, FAX (024) 7629189 MARABAHAYA (024) 7628345 / 115
RESECTION
Adalah cara menentukan kedudukan kita di peta, langkah ini adalah bagaimana kita dapat
memindahkan kedudukan dari medan sebenarnya ke peta. Caranya :
 Cari dan tentukan bahwa ada dua tanda di alam sebenarnya dan tergambar di peta.
 Bidik titik A, misal hasilnya 290° kemudian plot di peta dan tarik back azimuthnya.
 Bidik ke point ke 2 (titik B), misal hasilnya 45°, plot di peta dan tarik back azimuthnya.
 Persilangan garis hasil bidikan kita tersebut merupakan kedudukan kita.
INTERSECTION
Adalah cara untuk menentukan kedudukan obyek lain yang berada di depan kita, langkahlangkahnya
adalah :
 Tentukan bahwa ada 2 tanda di alam sebenarnya dan tergambar di peta yang jaraknya tidak
berjauhan, jarak minimal 300 m.
 Berdirilah pada point 1, bidik obyek yang akan dilaporkan kedudukannya, hasil yang
didapat langsung diplot ke peta dari point yang anda tempati di peta.
 Pindah ke point 2, lakukan langkah yang sama dengan langkah di atas.
 Hasil adalah persilangan plotting yang anda kerjakan dan di situlah koordinat obyek yang
anda cari.
http://ian43.wordpress.com
BADAN SAR NASIONAL
BUKIT BARISAN A IV / 9 Komplek Perumahan Permata Puri Ngaliyan SEMARANG
TELP. (024)-7629192, FAX (024) 7629189 MARABAHAYA (024) 7628345 / 115
SURVIVAL
• Pendaki ulung biasanya mengenal medan, cuaca, ilmu dan teknik keterampilan
mendaki, matang dalam persiapan, perbekalan dan peralatan.
• Pendakian karena hasrat mengagumi keagungan alam, menguji fisik dan mental, atau
sekadar berekreasi cenderung abai faktor – faktor di atas ( under estimate ).
JANGAN PERNAH SEPELEKAN ALAM !!!
MENGHADAPI MUSIBAH / TERSESAT
Tips Survival
S
( Stop and seating )
Jika merasa mengalami musibah, usahakan berhenti dan duduk di suatu tempat yang nyaman
T
( Thinking )
Berpikirlah tentang apa yang telah Anda alami. Bagaimana awalnya hingga Anda sampi di tempat
itu.
O
( Observe / Pengamatan )
Amati keadaan di sekitar, apakah ada yang Anda kenali? Atau, amati dan ingat-ingatlah keadaan
sekitar sehingga bisa Anda jadikan patokan jika Anda berpindah tempat. Amati juga keadaan
sekeliling yang bisa Anda gunakan untuk melakukan tindakan lebih lanjut.
P
( Planning / Perencanaan )
Buatlah rencana untuk melakukan tindakan selanjutnya, memanfaatkan alat yang dibawa atau bahan
yang ada di alam, misalnya membuat bivak, mencari makanan, membikin perapian. Jangan lupa
carilah pertolongan.
SATU TIM TERSESAT?
Apa yang harus dilakukan?
1. Koordinasikan anggota kelompok
2. Lakukan pertolongan pertama kepada anggota yang membutuhkan
3. Merinci kemampuan anggota
4. Observasi dan orientasi medan
5. Penjatahan logistik / makanan yang tersisa
6. Membuat rencana tindakan disertai pembagian tugas
7. Lakukan kontak / komunikasi dengan dunia luar. Jika punya peluit tiup sekencangkencangnya
dan berulang – ulang.
8. Buatlah jejak, dan amati.
9. Selalu mengingatkan semua anggota untuk terus memantau keadaan sekeliling
MEMBUAT BIVAK
Bivak atau tempat perlindungan sementara merupakan salah satu yang penting dalam
survival. Selain sebagai tempat beristirahat, bivak berfungsi sebagai sarana berlindung dan
mempertahankan suhu tubuh agar tetap hangat. Bikin bivak senyaman mungkin!
http://ian43.wordpress.com
BADAN SAR NASIONAL
BUKIT BARISAN A IV / 9 Komplek Perumahan Permata Puri Ngaliyan SEMARANG
TELP. (024)-7629192, FAX (024) 7629189 MARABAHAYA (024) 7628345 / 115
SYARAT BIVAK
• Jangan mendirikan bivak pada daerah yang berpotensi banjir, baik karena hujan atau air
pasang. Misal di aliran sungai, di tepi pantai, dll.
• Jangan mendirikan bivak di bawah daerah / benda-benda yang berpotensi bahaya / runtuh.
Misla di bawah pohon kelapa, di bawah batang yang lapuk / membusuk.
• Periksa daerah sekitar, apakah merupakan sarang nyamuk atau serangga lain ( misalnya
lebah, dsb).
• Bahan bivak harus yang kuat dan hangat / nyaman. Bahan-bahan itu seperti ponco (jas
hujan), flysheet (lembaran plastik), ijuk, daun rumbia, palem, dll.
• Jangan membuat bivak menghadap arah angin, atau usahakan terlindung dari serangan
angin, hujan atau panas. Jika terpaksa menghadap arah angin, bikin dinding pemisah di
pintu masuk sehingga angin tidak langsung menerpa ke dalam bivak dan tidak mengganggu
pembuatan api unggun dalam bivak.
• Apabila (terpaksa) berlindung di gua, lekukan tebing atau lubang di bawah tanah, pastikan
tempat tersebut bukan sarang satwa, tidak beracun, tidak mudah longsor, atau tidak
terancam banjir sungai bawah tanah. Cara mudah menengarai ada tidaknya gas beracun,
manfaatkan api / obor. Jika di dalam api mati, maka dipastikan ada gas beracun.
CARA MEMBUAT BIVAK
• Bahan ponco / flysheet.
Ikatkan ujung - ujung (biasanya sudah ada lubangnya) sedemikian rupa sehingga terbentuk
semacam atap atau tenda.
• Bahan alami
Jangan merusak alam! Itu hal pertama yang harus diingat sebelum mengambil /
memanfaatkan bahan-bahan dari alam. Ambil cabang / ranting yang sudah mati / jatuh, serta ambil
daun berpenampang lebar sebagai atap seefisien mungkin.
MENCARI AIR
Air sangat penting peranannya dalam survival. Tanpa air manusia hanya mampu bertahan 3 – 4
hari.
Cara mendapatkan air :
• Menampung air hujan dengan ponco, daun berpenampang lebar, dll.
• Menampung embun dengan cara yang sama.
• Mencari tanaman rambat yang batangnya berongga, seperti rotan. Potong bagian pangkal,
air yang menetes bisa langsung diminum. Untuk batang pisang, airnya harus dimurnikan
dulu (dengan tablet pemurni air)
• Mencari air yang terdapat pada bunga (misalnya bunga kantung semar) dan lumut.
• Menggali di bawah bebatuan pada sungai yang mengering (masak atau murnikan dahulu).
• Menggali pasir di pantai (minimal 5 meter di bawah batas pasang surut), atau di pinggir
sungai / danau yang diduga beracun (harus dimurnikan dahulu).
WASPADAI AIR BERIKUT :
• Air dari sungai besar
• Air sungai yang tergenang
• Air yang berwarna tertentu
http://ian43.wordpress.com
BADAN SAR NASIONAL
BUKIT BARISAN A IV / 9 Komplek Perumahan Permata Puri Ngaliyan SEMARANG
TELP. (024)-7629192, FAX (024) 7629189 MARABAHAYA (024) 7628345 / 115
MENCARI MAKANAN
• Carilah makanan yang biasa dimakan kera / primata
• Hati-hati terhadap buah yang berwarna mencolok, biasanya beracun
• Hindari buah yang berbuih, atau bergetah putih, biasanya beracun (kecuali sawo, nangka,
cempedak)
• Hindari buah dan tumbuhan yang terlalu asam atau pahit
• Untuk mengetahui beracun / tidaknya buah atau tumbuhan, coba oleskan di tangan, lengan,
bibir atau lidah. Jika menimbulkan efek gatal, sakit atau tidak nyaman, berarti tidak aman
untuk dimakan.
• Carilah makanan yang biasa dimakan kera / primata
• Hati-hati terhadap buah yang berwarna mencolok, biasanya beracun
• Hindari buah yang berbuih, atau bergetah putih, biasanya beracun (kecuali sawo, nangka,
cempedak)
• Hindari buah dan tumbuhan yang terlalu asam atau pahit
• Untuk mengetahui beracun / tidaknya buah atau tumbuhan, coba oleskan di tangan, lengan,
bibir atau lidah. Jika menimbulkan efek gatal, sakit atau tidak nyaman, berarti tidak aman
untuk dimakan.
http://ian43.wordpress.com
BADAN SAR NASIONAL
BUKIT BARISAN A IV / 9 Komplek Perumahan Permata Puri Ngaliyan SEMARANG
TELP. (024)-7629192, FAX (024) 7629189 MARABAHAYA (024) 7628345 / 115
1. Batang (bag dalam)
- pisang
- pakis
- sagu
- bambu muda (rebung)
- tebu
2. Daun
- melinjo
- rasamala muda
- singkong
- (tangkai daun) talas
3. Akar & umbinya
- kaktus
- umbi – umbian
- ketela / singkong
- talas
4. Buahnya
- pisang
- mangga
- asam
- juwet
- arbei
- dll
5. Dapat dimakan seluruh bagian tanaman
- jamur kayu
- jamur merang
Hewan yang dapat dimakan
• Jenis – jenis belalang
• Jenis – jenis ikan
• Jenis – jenis burung
• Jangkrik
• Cacing tanah
• Laron
• Jenis – jenis belalang
• Jenis – jenis ikan
• Jenis – jenis burung
• Jangkrik
• Cacing tanah
• Laron
Hewan yang tidak bisa dimakan
• Hewan yang mengandung bisa, seperti lipan dan kalajengking
• Mengandung racun, seperti penyu laut, ikan kembung
• Berbau khas, seperti sigung
MEMBUAT API UNGGUN
Selain untuk memasak, api sangat penting untuk menghangatkan tubuh dan mengusir binatang
buas. Hindari membuat api unggun yang besar. Lebih baik membuat beberapa api unggun kecil di
beberapa tempat, karena panas / hangatnya lebih merata
CARA MEMBUAT API
• Menggunakan lensa / kaca pembesar / suryokontho / lup
Fokuskan titik apinya pada benda yang mudah terbakar, seperti kertas, daun kering, dll.
• Gurdikan sesama kayu keras dengan bantuan busur (bisa terbuat adari tali sepatu / tali lain). Jika
timbul asap, dekatkan bahan – bahan yang mudah terbakar.
• Jika tidak ada busur, gesekkan dua buah kayu keras hingga timbul panas dan asap. Dengan cara
yang sama dekatkan bahan-bahan yang mudah terbakar.
http://ian43.wordpress.com
BADAN SAR NASIONAL
BUKIT BARISAN A IV / 9 Komplek Perumahan Permata Puri Ngaliyan SEMARANG
TELP. (024)-7629192, FAX (024) 7629189 MARABAHAYA (024) 7628345 / 115
Membuat Api Dari Kayu Basah
• Susun kayu / ranting yang basah / lembab dengan membentuk rongga di dalamnya.
• Taruh ranting / daun kering ke dalam rongga.
• Bakarlah daun / ranting tersebut.
• Usahakan api tidak terlalu besar namun bisa mengeringkan kayu lembab / basah di atasnya.
• Selanjutnya kayu – kayu tersebut bisa dijadikan api unggun.
MENGATASI GANGGUAN BINATANG
Jangan sepelekan gangguan binatang sekecil apapun dalam kondisi survival. Walaupun kecil bisa
mengganggu, bahkan memperburuk ketahanan tubuh
1. GANGGUAN NYAMUK
– Gunakan obat nyamuk buatan
– Bakar bunga pohon kluwih
– Buat asap, misalnya dengan membakar kain lap kotor lalu matikan
– Gosokkan sedikit garam pada bekas gigitan nyamuk
2. GANGGUAN LARON
Gantunglah beberapa cabe di sekeliling kita, maka laron akan pergi dengan sendirinya.
2. GANGGUAN / SENGATAN LEBAH
- Tempelkan bekas sengatan lebah pada tanah liat /basah, atau sebaliknya ; tempelkan
tanah liat yang selalu basah pada bekas sengatan lebah.
- Tempelkan bekas sengatan lebah pada genteng yang panas, atau sebaliknya ;
tempelkan genteng yang panas pada bekas sengatan lebah.
- Oleskan air bawang pada bekas sengatan lebah
- Hindari memijit bekas sengatan.
4. GANGGUAN LINTAH
Untuk melepaskan gigitan lintah yang masih menempel :
- teteskan air tembakau
- taburkan garam
- teteskan air jeruk
- taburkan abu rokok
5. GANGGUAN SEMUT
- Letakkan cabe merah pada lintasan / jalan semut
- Atau, letakkan sobekan daun sirih pada posisi yang sama
- Gosokkan obat gosok pada bekas luka gigitan
6. GANGGUAN LIPAN DAN KALAJENGKING
- Taburkan garam di sekeliling tempat tinggal / bivak
- Pijatlah daerah sekitar luka sehingga bisa keluar
- Ikatlah pangkal bagian anggota tubuh yang tergigit
- Tempelkan lumatan asam di atas luka
http://ian43.wordpress.com
BADAN SAR NASIONAL
BUKIT BARISAN A IV / 9 Komplek Perumahan Permata Puri Ngaliyan SEMARANG
TELP. (024)-7629192, FAX (024) 7629189 MARABAHAYA (024) 7628345 / 115
- Oles dan taruh serbuk lada dan minyak goreng pada luka
- Jika terpaksa, gunakan urine (air kencing) yang diguyurkan di daerah luka untuk
menetralisir racun.
7. GANGGUAN ULAR
Ular berbisa merupakan hewan yang sangat berbahaya. Pertolongan darurat bisa dilakukan
dengan menghentikan aliran darah yang terhubung dengan luka. Biasanya diikat dengan kencang pad
posisi di atas luka (yang mengarah ke pusat aliran darah/ jantung). Jangan terlalu sering terjadi
pergerakan pada daerah yang terluka.
TIDAK DISARANKAN MENGHISAP DENGAN MULUT BISA ULAR YANG TELANJUR
MASUK KE BAGIAN TUBUH !!!!
• MENGATASI SERANGAN ULAR
- Hindari ular yang kepalanya berbentuk segitiga atau kulit berwarna cerah,
sebagian besar berbisa
- Hindari pokok kayu yang lapuk dan lembab, karena lebih banyak menjadi sarang /
singgahan ular
- Perkebunan kopi dan teh sering menjadi lingkungan yang ideal bagi ular
( berbisa )
MENGATASI CUACA PANAS
• Minum sebanyak – banyaknya, lebih baik yang asin daripada manis
• Kurangi aktivitas
• Kenakan pakaian yang longgar
• Lakukan aklimatisasi (penyesuaian tubuh dengan udara sekitar yang panas
Hal – hal di atas tidak bisa maksimal apabila Anda :
• Menderita demam, atau bahkan penyakit akut / kronis
• Baru sembuh dari sakit
• Baru mendapatkan vaksinasi
• Kurang tidur, kelelahan, dehidrasi
• Baru minum minuman beralkohol
• Kegemukan ( selalu merasa haus )

Tips Mengatasi Serangan Panas
• TETAP TENANG
Dalam keadaan mental yang merosot, tegang, panik, usahakan tetap tenang, berpikir positif, dan
optimis
• KERACUNAN
Saat keracunan, minumlah air garam, atau minum air sabun mandi panas, atau minum teh
pekak, atau tohok anak tekaknya sehingga muntah
• KELETIHAN
Makan makanan yang berkalori tau mengurangi kegiatan
• KEDINGINAN
http://ian43.wordpress.com
BADAN SAR NASIONAL
BUKIT BARISAN A IV / 9 Komplek Perumahan Permata Puri Ngaliyan SEMARANG
TELP. (024)-7629192, FAX (024) 7629189 MARABAHAYA (024) 7628345 / 115
Makan makanan berkalori, dekati sumber panas, sering bergerak, gunakan pakaian tebal dan
tidak longgar, sering menggesekkan anggota tubuh
MEMBACA JEJAK
Mencari dan membaca jejak sangat diperlukan untuk mengetahui posisi saat itu dan mencari
pertolongan. Kemampuan ini juga bisa digunakan untuk meberburu dan menghindari ancaman binatang
buas.
JEJAK DIBAGI 2 :
• Jejak buatan ( bikinan manusia )
• Jejak alami ( jejak binatang, aliran air, dll)
Jejak alami (binatang) biasanya bisa diketahui jenis, ukuran, dan kecepatan geraknya. Jejak ini
bisa berupa jejak kaki, kotoran, ranting patah, sisa makanan, dll.
ORIENTASI DENGAN TANDA ALAM
Orientasi medan adalah cara untuk menentukan arah dan mengethui posisi kita di medan sebenarnya.
BEBERAPA ALAT BANTU ORIENTASI MEDAN :
1. Peta
2. Kompas
Arah utara peta dan kompas yang ditunjukkan oleh penanda tertentu atau jarum dan huruf N
(north) memudahkan orang mengetahui posisi dan arah pergerakannya.
Dua alat di atas bisa digunakan sendiri – sendiri, atau sebaliknya akan lebih efektif bila
digunakan bersama - sama
3. Matahari
pergerakan matahari dari arah timur ke barat membantu manusia mengetahui posisi dan arah
pergerakannya.
4. Rasi bintang
Beberapa rasi bintang menunjukkan arah tertentu. Rasi bintang orion menunjukkan arah timur –
barat, sedangkan rasi bintang pari menunjukkan arah selatan
5. Tumbuhan dan binatang
Tumbuhan merambat biasanya menuju arah matahari terbit ( ke timur ). Sisi batang pohon yang
bnayak ditumbuhi lumut pun menunjukkan arah timur.
Pada pagi hari, lintah dan pacet sering membujur ke arah timur – barat.
6. Lain – lain ( buatan manusia )
Kuburan manusia ( muslim ) menunjukkan arah atau membujur ke utara (posisi kepala). Masjid
selalu menghadap ke timur.
SURVIVAL KITS
http://ian43.wordpress.com
BADAN SAR NASIONAL
BUKIT BARISAN A IV / 9 Komplek Perumahan Permata Puri Ngaliyan SEMARANG
TELP. (024)-7629192, FAX (024) 7629189 MARABAHAYA (024) 7628345 / 115
Salah satu faktor yang memperparah kondisi darurat adalah ketiadaan alat-alat penolong. Selain itu
keterbatasan pengetahuan dan keterampilan seseorang tentang alam dan material di dalamnya
mengurangi kemampuan untuk bertahan hidup.
BAWALAH BEBERAPA PERALATAN YANG RINGKAS, EFEKTIF DAN EFISIEN CARA
MEMBAWA DAN MENGGUNAKANNYA.
SURVIVAL KITS
1. Ponco
2. Pisau / golok
3. Peralatan memancing
4. Korek api / batu api
5. Oksigen tabung
6. Peralatan memasak
7. Tali
8. Matras
9. Senter / headlamp, lampu badai
10. Kompas, cermin & lensa
11. Peluit
12. Sleeping bag
13. Personal aid (kotak PP)
14. Sarung tangan
15. Bidai lipat
16. Tbalet penjernih air
17. Masker
18. dll
http://ian43.wordpress.com

Kamis, 23 Agustus 2012

TUTORIAL NAVIGASI DARAT BASIC : PETA

TUTORIAL NAVIGASI DARAT BASIC : PETA
Pendahuluan
Sebagai orang yang mengaku dekat dengan alam, pengetahuan peta dan kompas serta cara penggunaannya mutlak dan harus dimiliki. Perjalanan ke tempat-tempat yang jauh dan tidak dikenal akan lebih mudah. Pengetahuan bernavigasi darat ini juga berguna bila suatu saat tenaga kita diperlukan untuk usaha-usaha pencarian dan penyelamatan korban kecelakaan atau tersesat di gunung dan hutan, dan juga untuk keperluan olahraga antara lain lomba orienteering. Navigasi darat adalah suatu cara seseorang untuk menentukan posisi dan arah perjalanan baik di medan sebenarnya atau di peta, dan oleh sebab itulah pengetahuan tentang kompas dan peta serta teknik penggunaannya haruslah dimiliki dan dipahami.
Peta
Secara umum, peta adalah penggambaran dua dimensi(pada bidang datar) keseluruhan atau sebagian dari permukaan bumi yang diproyeksikan dengan perbandingan/skala tertentu. Peta sendiri, kemudian berkembang sesuai dengan kebutuhan dan penggunaannya.Untuk keperluan navigasi darat umumnya digunakan peta topografi.
Peta Topografi

Berasal dari bahasa yunani, topos yang berarti tempat dan graphi yang berarti menggambar. Peta topografi memetakan tempat-tempat dipermukaan bumi yang berketinggian sama dari permukaan laut menjadi bentuk garis-garis kontur, dengan satu garis kontur mewakili satu ketinggian. Walaupun peta topografi memetakan tiap interval ketinggian tertentu, namun disertakan pula berbagai keterangan pula yang akan membantu untuk mengetahui secara l jauh mengenai daerah permukaan bumi yang terpetakan terseb keterangan-keterangan itu disebut legenda peta.
Legenda peta antara lain berisi tentang :

versi Indonesianya

a. Judul Peta
Judul peta ada dibagian tengah atas. judul peta menyatakan lokasi yang ditunjukkan oleh peta yang bersangkutan, sehingga lokasi yang berbeda akan mempunyai judul yang berbeda pula

b. Nomor Peta
Nomor peta biasanya dicantumkan diselah kanan atas peta. Selain sebagai nomor regisrtasi dari badan pembuat, nomor peta juga berguna sebagai petunjuk jika kita memerlukan peta daerah lain disekitar suatu daerah yang terpetakan. Biasanya di bagian bawah disertakan pula lembar derajat yang mencantumkan nomor-nomor peta yang ada disekeliling peta tersebut.

c. Koordinat Peta
Koordinat adalah kedudukan suatu titik pada peta. Koordinat ditentukan dengan menggunakan sistem sumbu, yaitu garis-garis yang saling berpotongan tegak lurus. Sistem koordinat yang resmi dipakai ada dua, yaitu :
1. Koordinat Geografis
Sumbu yang digunakan adalah garis bujur (bujur barat dan bujur timur) yang tegak lurus terhadap katulistiwa, dan garis lintang (lintang utara dan lintang selatan) yang sejajar dengan katulistiwa. Koodinat geografis dinyatakan dalam satuan derajat, menit, dan detik.
2. Koordinat Grid
Dalam koordinat grid, kedudukan suatu titik dinyatakan dalam ukuran jarak terhadap suatu titik acuan. Untuk wilayah Indonesia, titik acuan nol terdapat disebelah barat Jakarta (60 derajat LU, 68 derajat BT). Garis vertikal diberi nomor urut dari selatan ke utara, sedangkan garis horizontal diberi nomor urut dari barat ke timur.
Sistem koordinat mengenal penomoran dengan 6 angka, 8 angka dan 10 angka. Untuk daerah yang luas dipakai penomoran 6 angka, untuk daerah yang lebih sempit digunakan penomoran 8 angka dan 10 angka (biasanya 10 angka dihasilkan oleh GPS).

d. Kontur
1. Satu garis kontur mewakili satu ketinggian tertentu.
2. Garis kontur berharga lebih rendah mengelilingi garis kontur yang lebih tinggi.
3. Garis kontur tidak berpotongan dan tidak bercabang.
4. Interval kontur biasanya 1/2000 kali skala peta.
5. Rangkaian garis kontur yang rapat menandakan permukaan bumi yang curam/terjal, sebaliknya yang renggang menandakan permukaan bumi yang landai.
6. Rangkaian garis kontur yang berbentuk huruf “U” menandakan punggungan gunung.
7. Rangkaian garis kontur yang berbentuk huruf “V” terbalik menandakan suatu lembah/jurang.



e. Skala Peta
Skala peta adalah perbandingan antara jarak pada peta dengan jarak horizontal di lapangan. Ada dua macam cara penulisan skala, yaitu :
1. Skala angka, contoh : 1:25.000 berarti 1 cm jarak dipeta = 25.000 cm (250 m) jarak horizontal di medan sebenarnya.
2. Skala garis, contoh: berarti tiap bagian sepanjang blok garis mewakili 1 km jarak horizontal.
Legenda Peta
Legenda peta biasanya disertakan pada bagian bawah peta. Legenda ini memuat simbol-simbol yang dipakai pada peta tersebut, yang penting diketahui : triangulasi, jalan setapak, jalan raya,
VEGETASI LEGEND


sungai, pemukiman, ladang, sawah, hutan dan lainnya.

LINE LEGEND


BANGUNAN BUATAN MANUSIA


Di Indonesia, peta yang umumnya digunakan adalah peta keluaran Direktorat Geologi Bandung, kemudian peta dari Jawatan Topologi, atau yang sering disebut peta AMS (American Map Service) dibuat oleh Amerika dan rata-rata dikeluarkan pada tahun 1960. Peta AMS biasanya berskala 1:50.000 dengan interval kontur (jarak antar kontur) 25 m. Selain itu ada peta keluaran Bakosurtanal (Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional) yang lebih baru, dengan skala 1:50.000 atau 1:25.000 (dengan interval kontur 12,5m).

Peta keluaran Bakosurtanal biasanya berwarna.
g. Tahun Peta
Peta toografi juga memuat keterangan tentang tahun pembuatan peta tersebut, semakin baru tahun pembuatannya, maka data yang disajikan semakin akurat.
h. Arah Peta
Yang perlu diperhatikan adalah arah Utara Peta. Cara paling mudah adalah dengan memperhatikan arah huruf- huruf tulisan yang ada pada peta. Arah atas tulisan adalah Arah Utara Peta.Pada bagian bawah peta biasanya juga terdapat petunjuk arah utara yaitu :
1. Utara sebenarnya/True North : yaitu utara yang mengarah pada kutub utara bumi.

2. Utara Magnetis/Magnetic North : yaitu utara yang ditunjuk oleh jarum magnetis kompas, dan letaknya tidak tepat di kutub utara bumi.
3. Utara Peta/Map North : yaitu arah utara yang terdapat pada peta.

Kutub utara magnetis bumi letaknya tidak bertepatan dengan kutub utara bumi. Karena pengaruh rotasi bumi, letak kutub magnetis bumi bergeser dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, untuk keperluan yang menuntut ketelitian perlu dipertimbambangkan adanya iktilaf(deklinasi) peta, iktilaf magnetis, iktilaf peta magnetis, dan variasi magnetis.
1. Deklinasi Peta:adalah beda sudut antara sebenarnya dengan utara peta. Ini terjadi karena perataan jarak paralel garis bujur peta bumi menjadi garis koordinat vertikal yang digambarkan pada peta.
2. Deklinasi Magnetis: Selisih beda sudut utara sebenarnya dengan utara magnetis
3. Deklinasi Peta magnetis:Selisih besarnya sudut utara peta dengan utara magnetis bumi.
4. variasi Magnetis:perubahan/pergeseran letak kutub magnetis bumi pertahun.
Mengetahui Ketinggian Suatu Tempat
Kadangkala kita dihadapkan pada kondisi dimana kita harus dapat menentukan ketinggian suatu tempat,akan tetapi kita tidak mempunyai alat untuk menentukan ketinggian(altimeter), hal itu dapat diatasi dengan cara :
-Lihat terlebih dahulu interval peta, lalu hitung ketinggian tempat yang ingin kita ketahui,
memang ada rumusan umum interval kontur= 1/2000 skala peta. tetapim rumus ini tidak selalu benar, beberapa peta topografi keluaran Direktorat Geologi Bandung aslinya berskala 1:50.000 (interval kontur 25 m), tetapi kemudian diperbesar menjadi berskala 1:25.000 dengan interval kontur tetap 25 meter.
ALTIMETER (ALAT PENGUKUR KETINGGIAN)

Pada suatu kondisi tertentu yang mendesak, misalnya SAR gunung hutan, sering kali peta diperbanyak dengan cara di foto kopi. Untuk itu, interval kontur peta tersebut harus tetap ditulis. Peta keluaran Bakosurtanal (1:50.000) membuat kontur tebal untuk setiap kelipatan 250 meter, atau setiap selang 10 kontur. Seri peta keluaran AMS (skala 1:50.000) membuat garis kontur tebal untuk setiap kelipatan 100 meter. peta keluaran Direktorat Geologi Bandung tidak seragam ketentuan ketebalan garis konturnya. Dengan demikian tidak ada ketentuan khusus dan seragam untuk penentuan garis kontur tebal.
Bila ketinggian kontur tidak dicantumkan, maka kita harus menghitung ketinggian suatu tempat dengan cara :
1. Cari 2 titik berdekatan yang harganya tercantum
2. Hitung selisih ketinggian antara kedua titik tersebut. Hitung berapa kontur yang terdapat antara keduanya (jangan menghitung kontur yang sama harganya bila kedua titik terpisah oleh lembah).
3. Dengan mengetahui selisih ketinggian kedua titik tersebut dan mengetahui juga jumlah kontur yang didapat, dapat dihitung berapa interval konturnya (harus merupakan bilangan bulat).
4. Lihat kontur terdekat dengan salah satu titik ketinggian (bila kontur terdekat itu berada diatas titik, maka harga kontur itu lebih besar dari titik ketinggian. bila kontur terletak dibagian bawah, harganya lebih kecil). Hitung harga kontuir terdekat itu yang harus merupakan kelipatan dari harga interval kontur yang telah diketahui dari no 3. lakukan perhitungan diatas beberapa kali sampai yakin harga yang didapat untuk setiap kontur benar. Cantumkan harga beberapa kontur pada peta anda agar mudah mengingatnya.
Titik Triangulasi
Selain dari garis kontur, Kita dapat dapat mengetahui tinggi suatu tempat dengan bantuan titk ketinggian. Titik ketinggian ini biasanya titik Triangulasi, yaitu suatu titikatau benda berupa pilar/tonggak yang menyatakn tinggi mutlak suatu tempat dari permukaan laut. Titik triangulasi digunakan oleh jawatan-jawatan topografi untuk menentukan suatu ketinggian tempat dalam pengukuran ilmu pasti pada waktu pembuatan peta. Macam titik triangulasi :
- Primer : P.14/3120 Kuarter : Q.20/1350
- Sekunder : S.75/1750 Tersier : T.16/975

Mengenal Tanda Medan

Di samping tanda medan yang terdapat pada legenda. Peta topografi biasa menggunakan bentuk-bentuk atau bentang alam yang menyolok dilapangan dan mudah dikenali di peta, yang kita sebut tanda medan. Beberapa tanda medan dapat anda “baca” dari peta sebelum anda berangkat ke lokasi, tetapi kemudian harus ada cari dilokasi, tanda-tanda medan itu antara lain :

- puncak gunung atau bukit, punggungan gunung, lembah antara dua puncak, dan bentuk-bentuk tonjolan lain yang menyolok.

- lembah yang curam, sungai, pertemuan anak sungai, kelokan sungai, tebing-tebing di tepi sungai.
- belokan jalan, jembatan (perpotongan sungai dengan jalan), ujung desa, simpang jalan.
- bila berada di pantai, muara sungai akan menjadi tanda medan yang sangat jelas , begitu juga tanjung yang menjorok ke laut, teluk-teluk yang menyolok, pulau-pulau kecil, delta dan sebagainya
- di daerah daratan atau rawa-rawa biasanya sukar mendapatkan tonjolan permukaan bumi atau bukit-bukit yang dapat dipakai sebagai tanda medan. Permukaan kelokan-kelokan sungai, cabang-cabang sungai, muara sungai kecil.
- dalam penyusuran di sungai, kelokan tajam, cabang sungai, tebing-tebing, delta dan sebagainya dapat dijadikan sebagai tanda medan.

Pengertian tanda medan ini mutlak untuk dikuasai. Akan selalu digunakan pada uraian selanjutnya tentang teknik peta kompas.
BERSAMBUNG PADA BASIC NAVIGASI DARAT : KOMPAS

Tanda kecakapan khusus

Tanda Kecakapan Khusus


Picture
Picture 004
Picture 005

KURIKULUM PENDIDIKAN BRIGADE PENOLONG

KURIKULUM PENDIDIKAN BRIGADE PENOLONG

Oktober 1, 2009
A. Pengertian:
Pendidikan Brigade Penolong adalah merupakan Pendidikan dan Latihan bagi para Pramuka Penegak/ Pandega di bidang SAR yang meliputi: upaya pencarian dan pertolongan korban bencanan alam ataupun dalam mendeteksi tindakan awal yang dapat dilakukan dalam menghadapi bencana.
B. Tujuan:
Menumbuhkan, mengembangkan dan meningkatkan kemampuan pribadi Pramuka Penegak Pandega dalam pertolongan dan pencegahan bencana
C. Waktu:
3 – 5 hari
D. Materi:
1. Pendidikan Dasar Brigade Penolong = 50 jam pelajaran, terdiri dari:
a. Pengertian, Sifat, dan Fungsi Gerakan Pramuka
b. Tujuan dan tugas pokok Gerakan Pramuka
c. Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan
d. Pengenalan organisasi Brigade Penolong
e. Pengenalan organisasi SAR
f. Sejarah SAR
g. PP/ pencegahan dan penanggulangan gawat darurat (PPGD)
h. Navigasi
i. Komunikasi
j. Presentasi
k. Penugasan
l. Koordinasi
2. Pendidikan Latihan Brigade Penolong = 100 jam pelajaran, terdiri dari:
a. Pengertian, Sifat, dan Fungsi Gerakan Pramuka
b. Tujuan dan tugas pokok Gerakan Pramuka
c. Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan
d. Pengenalan organisasi Brigade Penolong
e. Pengenalan organisasi SAR
f. Pengenalan peralatan SAR
g. Sejarah SAR
h. Persiapan perjalanan
i. Navigasi
j. PP/ pencegahan dan penanggulangan gawat darurat (PPGD)
k. Sistem pencarian/ ESAR
l. Komunikasi
m. Survival
n. Mountaineering
o. Fisik dan mental/ kesamaptaan
p. Presentasi
q. Penugasan
E. Peserta:
Pramuka Penegak/ Pandega dan Pemuda
F. Metode:
1. Diskusi
2. Demonstrasi
3. Penugasan/ praktek
4. Ceramah
5. dll
G. Pelatih:
1. Pelatih Pembina Pramuka
2. Instruktur di bidang:
- SAR
- PP
- Navigasi
- Komunikasi
- Survival
- dll
H. Penyelanggara:
Kwartir bekerjasama dengan Dewan Kerja setingkat
I. Pelaksana:
Lemdika bekerjasama dengan Dewan Kerja setingkat

Sejara SAR

Sejarah SAR




Sejarah SAR Nasional
Lahirnya organisasi SAR di Indonesia yang saat ini bernama BASARNAS diawali dengan adanya penyebutan “Black Area” bagi suatu negara yang tidak memiliki organisasi SAR.
Dengan berbekal kemerdekaan, maka tahun 1950 Indonesia masuk menjadi anggota organisasi penerbangan internasional ICAO (International Civil Aviation Organization). Sejak saat itu Indonesia diharapkan mampu menangani musibah penerbangan dan pelayaran yang terjadi di Indonesia.
Sebagai konsekwensi logis atas masuknya Indonesia menjadi anggota ICAO tersebut, maka pemerintah menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 5 tahun 1955 tentang Penetapan Dewan Penerbangan untuk membentuk panitia SAR. Panitia teknis mempunyai tugas pokok untuk membentuk Badan Gabungan SAR, menentukan pusat-pusat regional serta anggaran pembiayaan dan materil.
Sebagai negara yang merdeka, tahun 1959 Indonesia menjadi anggota International Maritime Organization (IMO). Dengan masuknya Indonesia sebagai anggota ICAO dan IMO tersebut, tugas dan tanggung jawab SAR semakin mendapat perhatian. Sebagai negara yang besar dan dengan semangat gotong royong yang tinggi, bangsa Indonesia ingin mewujudkan harapan dunia international yaitu mampu menangani musibah penerbangan dan pelayaran.
Dari pengalaman-pengalaman tersebut diatas, maka timbul pemikiran bahwa perlu diadakan suatu organisasi SAR Nasional yang mengkoordinir segala kegiatan-kegiatan SAR dibawah satu komando. Untuk mengantisipasi tugas-tugas SAR tersebut, maka pada tahun 1968 ditetapkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor T.20/I/2-4 mengenai ditetapkannya Tim SAR Lokal Jakarta yang pembentukannya diserahkan kepada Direktorat Perhubungan Udara. Tim inilah yang akhirnya menjadi embrio dari organisasi SAR Nasional di Indonesia yang dibentuk kemudian.
Pada tahun 1968 juga, terdapat proyek South East Asia Coordinating Committee on Transport and Communications, yang mana Indonesia merupakan proyek payung (Umbrella Project) untuk negara-negara Asia Tenggara. Proyek tersebut ditangani oleh US Coast Guard (Badan SAR Amerika), guna mendapatkan data yang diperlukan untuk rencana pengembangan dan penyempurnaan organisasi SAR di Indonesia.
Kesimpulan dari tim tersebut adalah :

1. Perlu kesepakatan antara departemen-departemen yang memiliki fasilitas dan peralatan;
2. Harus ada hubungan yang cepat dan tepat antara pusat-pusat koordinasi dengan pusat fasilitas SAR;
3. Pengawasan lalu lintas penerbangan dan pelayaran perlu diberi tambahan pendidikan SAR;
4. Bantuan radio navigasi yang penting diharapkan untuk pelayaran secara terus menerus.

Dalam kegiatan survey tersebut, tim US Coast Guard didampingi pejabat – pejabat sipil dan militer dari Indonesia, tim dari Indonesia membuat kesimpulan bahwa :
1. Instansi pemerintah baik sipil maupun militer sudah mempunyai unsur yang dapat membantu kegiatan SAR, namun diperlukan suatu wadah untuk menghimpun unsur-unsur tersebut dalam suatu sistem SAR yang baik. Instansi-instansi berpotensi tersebut juga sudah mempunyai perangkat dan jaringan komunikasi yang memadai untuk kegiatan SAR, namun diperlukan pengaturan pemanfaatan jaringan tersebut.
2. Personil dari instansi berpotensi SAR pada umumnya belum memiliki kemampuan dan keterampilan SAR yang khusus, sehingga perlu pembinaan dan latihan.

Peralatan milik instansi berpotensi SAR tersebut bukan untuk keperluan SAR, walaupun dapat digunakan dalam keadaan darurat, namun diperlukan standardisasi peralatan.
Hasil survey akhirnya dituangkan pada “Preliminary Recommendation” yang berisi saran-saran yang perlu ditempuh oleh pemerintah Indonesia untuk mewujudkan suatu organisasi SAR di Indonesia.
PERKEMBANGAN ORGANISASI BASARNAS
Berdasarkan hasil survey tersebut ditetapkan Keputusan Presiden Nomor 11 tahun 1972 tanggal 28 Februari 1972 tentang pembentukan Badan SAR Indonesia (BASARI). Adapun susunan organisasi BASARI terdiri dari :

1. Unsur Pimpinan
2. Pusat SAR Nasional (Pusarnas)
3. Pusat-pusat Koordinasi Rescue (PKR)
4. Sub-sub Koordinasi Rescue (SKR)
5. Unsur-unsur SAR

Pusarnas merupakan unit Basari yang bertanggungjawab sebagai pelaksana operasional kegiatan SAR di Indonesia. Walaupun dengan personil dan peralatan yang terbatas, kegiatan penanganan musibah penerbangan dan pelayaran telah dilaksanakan dengan hasil yang cukup memuaskan, antara lain Boeing 727-PANAM tahun 1974 di Bali dan operasi pesawat Twinotter di Sulawesi yang dikenal dengan operasi Tinombala.
Secara perlahan Pusarnas terus berkembang dibawah pimpinan (alm) Marsma S. Dono Indarto. Dalam rangka pengembangan ini pada tahun 1975 Pusarnas resmi menjadi anggota NASAR (National Association of SAR) yang bermarkas di Amerika, sehingga Pusarnas secara resmi telah terlibat dalam kegiatan SAR secara internasional. Tahun berikutnya Pusarnas turut serta dalam kelompok kerja yang melakukan penelitian tentang penggunaan satelit untuk kepentingan kemanusiaan (Working Group On Satelitte Aided SAR) dari International Aeronautical Federation.
Bersamaan dengan pengembangan Pusarnas tersebut, dirintis kerjasama dengan negara-negara tetangga yaitu Singapura, Malaysia, dan Australia.
Untuk lebih mengefektifkan kegiatan SAR, maka pada tahun 1978 Menteri Perhubungan selaku kuasa Ketua Basari mengeluarkan Keputusan Nomor 5/K.104/Pb-78 tentang penunjukkan Kepala Pusarnas sebagai Ketua Basari pada kegiatan operasi SAR di lapangan. Sedangkan untuk penanganan SAR di daerah dikeluarkan Instruksi Menteri Perhubungan IM 4/KP/Phb-78 untuk membentuk Satuan Tugas SAR di KKR (Kantor Koordinasi Rescue).
Untuk efisiensi pelaksanaan tugas SAR di Indonesia, pada tahun 1979 melalui Keputusan Presiden Nomor 47 tahun 1979, Pusarnas yang semula berada dibawah Basari, dimasukkan kedalam struktur organisasi Departemen Perhubungan dan namanya diubah menjadi Badan SAR Nasional (BASARNAS).
Dengan diubahnya Pusarnas menjadi Basarnas, Kepala Pusarnas yang semula esselon II menjadi Kepala Basarnas esselon I. Demikian juga struktur organisasinya disempurnakan dan Kabasarnas membawahi 3 pejabat esselon II. Dalam perkembangannya keluar Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 80 tahun 1998 tentang Organisasi Tata Kerja Basarnas, yang salah satu isinya mengenai pejabat esselon II di Basarnas, yaitu :

1. Sekretaris Badan;
2. Kepala Pusat Bina Operasi;
3. Kepala Pusat Bina Potensi;

Adanya organisasi SAR akan memberikan rasa aman dalam penerbangan dan pelayaran. Sejalan dengan perkembangan moda transportasi serta kemajuan IPTEK di bidang transportasi, maka mobilitas manusia dan barang dari suatu tempat ke tempat lain dalam lingkup nasional maupun internasional mempunyai resiko yang tinggi terhadap kemungkinan terjadinya kecelakaan yang menimpa pengguna jasa transportasi darat, laut dan udara. Penerbangan dan pelayaran internasional yang melintasi wilayah Indonesia membutuhkan jaminan tersedianya penyelenggaraan SAR apabila mengalami musibah di wilayah Indonesia. Tanpa adanya hal itu maka Indonesia akan dikategorikan sebagai “black area” untuk penerbangan dan pelayaran. Status “black area” dapat berpengaruh negatif dalam hubungan ekonomi dan politik Indonesia secara internasional. Terkait dengan maslah tersebut, Badan SAR Nasional sebagai instansi resmi pemerintah yang bertanggungjawab di bidang SAR ikut mempunyai andil yang besar dalam menjaga citra Indonesia sebagai daerah yang aman untuk penerbangan dan pelayaran. Dengan citra yang baik tersebut diharapkan arus transportasi akan dapat bejalan dengan lancar dan pada gilirannya akan meningkatkan perekonomian nasional Indonesia.
Dengan meningkatnya tuntutan masyarakat mengenai pelayanan jasa SAR dan adanya perubahan situasi dan kondisi Indonesia serta untuk terus mengikuti perkembangan IPTEK, maka organisasi SAR di Indonesia terus mengalami penyesuaian dari waktu ke waktu. Organisasi SAR di Indonesia saat ini diatur dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 43 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Perhubungan dan Keputusan Menteri Perhubungan No. KM 79 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor SAR. Dalam rangka terus meningkatkan pelayanan SAR kepada masyarakat, maka pemerintah telah menetapkan Peraturan Pemerintah No. 36 Tahun 2006 tentang Pencarian dan Pertolongan yang mengatur bahwa Pelaksanaan SAR (yang meliputi usaha dan kegiatan mencari, menolong, dan menyelamatkan jiwa manusia yang hilang atau menghadapi bahaya dalam musibah pelayaran, dan/atau penerbangan, atau bencana atau musibah lainnya) dikoordinasikan oleh Basarnas yang berada dibawah dan bertanggungjawab langsung kepada Presiden. Menindak lanjuti Peraturan Pemerintah tsb, Basarnas saat ini sedang berusaha mengembangkan organisasinya sebagai Lembaga Pemerintah Non Departemen sebagai upaya menyelenggarakan pelaksanaan SAR yang efektif, efisien, cepat, handal, dan aman.
Berdasarkan kajian dan analisa kelembagaan, sesuai dengan perkembangan dan tuntutan tugas yang lebih besar, pada Tahun 2007 dilakukan perubahan Kelembagaan dan Organisasi BASARNAS menjadi Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND), yang diatur secara resmi dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 99 Tahun 2007 tentang Badan SAR Nasional. Sebagai LPND, BASARNAS berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden.
Pada Perkembangannya, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 39 tahun 2009, sebutan LPND berubah menjadi Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK), sehingga BASARNAS pun berubah menjadi BASARNAS (LPNK).
Sebagai LPNK, BASARNAS secara bertahap melepaskan diri dari struktur Kementerian Perhubungan. Namun hingga Tahun 2009, pembinaan administratif dan teknis pelaporan masih melalui Kementerian Perhubungan. Selanjutnya per Tahun 2007 BASARNAS (LPNK) akan langsung bertanggung jawab ke Presiden melalui Sekretariat Negara (Setneg

Teknik berenang di arus deras

Teknik berenang di arus deras

Maret 19, 2011 
 
Dalam usaha pertolongan di air, seorang penolong yang menggunakan sarana perahu karet terkadang menghadapi beberapa kondisi yang membahayakan walaupun di kondisikan memakai perahu yang boleh dikatakan aman untuk pengarungan sungai. Bagaimana jika tiba – tiba kita tercebur di air deras saat perahu kita berada di tengah sungai? Ini juga perlu di ketahui oleh para penolong ketika di air. Jadikan anda penolong yang mengetahui tehnik berenang di arus deras.
Berenang Menuju Eddies ( pusaran air )
Bila seorang rafter (pendayung) terjatuh dari perahu dan masuk kedalam sebuah jeram, maka yang paling baik dan tidak membahayakan adalah melakukan sebuah aggressive swimming menuju kesebuah eddies. Sebuah eddies yang cukup besar bisa digunakan untuk beristirahat. Hal ini berlaku juga bagi rafter yang akan melakukan scouting ( melihat lintasan sungai ) terhadap jeram – jeram berikutnya dihilir sungai ( downstream ).
Untuk memasuki sebuah eddies, hal pertama yang harus dilakukan adalah memperhatikan situasi di sekitar jeram. Perhatikan batu – batu yang muncul kepermukaan, strainer ( hambatan yang merintangi sungai : cabang pohon, dll ), sweeper ( pohon yang jatuh kedalam air ), pillow ( arus sungai menabrak batu membentuk riak gelombang air ) dan standing wave ( bentukan ombak berdiri yang tinggi ). Hal ini harus menjadi perhatian utama, karena dalam kondisi batu – batu atau banyaknya hambatan dan aliran air yang sangat kuat, tidak mungkin bagi kita untuk melakukan active swimming ( berenang secara aktif ) dengan efektif menuju eddies.
Berenang Memegang Dayung
Ketika terjatuh dari perahu, sebaiknya dayung yang kita pergunakan jangan sampai terlepas jauh, karena berenang sambil memegang dayung apabila mengetahui tekhniknya sangat membantu.
Pada saat berenang di jeram, perhatikan situasi disekitar kita. Cara memegag dayung sama dengan seperti saat kita mendayung. Tangan yang satu memegang T-grip dan yang lainnya memegang tangkai. Saat situasi memungkinkan, segera gerakan dayung dengan blade ( bilah dayung ) terlebih dahulu kayuh dari belakang ke depan untuk mengarahkan tubuh kita. Bila tidak memungkinkan Balikan tubuh dari posisi terlentang ( defensive swimming ) menjadi terlungkap, lakukan gerakan mendayung secara lurus searah dengan badan dari atas kepala sampai dada, kearah tujuan kita.
Perhatikan kecepatan aliran air, karena hal tersebut dapat menghambat upaya kita untuk menepi, baik keperahu atau menuju eddies. Kecepatan gerakan mengayuh dayung untuk menolak tubuh harus lebih cepat dari kecepatan aliran air, sehingga kita akan segera menepi. Pada saat melakukan penolakan, perhatikan juga posisi tubuh kita, karena ketika dayung dikayuh akan menghasilkan tenaga yang memungkinkan badan kita berputar, sehingga upaya untuk menepi akan sia – sia.
Berenang Di Wave
Berenang di wave ( ombak sungai ) adalah hal yang menyenangkan. Tetapi harus diingat bahwa wave tidak selamanya dalam keadaan menyenangkan. Panjang wave biasanya terbatas sekitar 100 m, bentuknya cenderung tidak kontinyu dan tidak stabil. Hal ini disebabkan karena struktur sungai yang membentuknya, sehingga pada sebuah sungai mungkin hanya ada beberapa wave dengan panjang hanya beberapa meter. Pada saat berenang pada wave yang tinggi ( standing wave ) akan lebih mudah dan aman dengan melakukan gerakan menyelam ke bagian bawah ombak yang tinggi tersebut, sebelum terlebih dahulu mengambil nafas. Setelah muncul kepermukaan orientasi situasi dan lakukan defensive swimming kembali.
Pada kondisi tertentu, berenang di wave harus ekstra hati – hati dan siaga, karena medan yang dilalui akan mengalami perubahan yang drastis. Mungkin dari kondisi wave yang menyenangkan akan dilanjutkan pada hole yang besar atau pillow yang dangkal.
Berenang Di Hole
Suatu kondisi tertentu mungkin kita akan berenang di hole, hole adalah bentukan arus yang tertahan rintangan ( batu ) menyebabkan arus putar seperti roda dengan arus permukaan mengarah kehulu dan bagian bawah mengarah ke hilir.
Jika tidak mengetahui tekniknya, kita dapat terus tertahan oleh arus balik dan berputar – putar di hole, hal ini sangat berbahaya. Cara berenang supaya dapat keluar dari hole adalah ketika sebelum masuk hole merubah posisi berenang kita dengan melakukan gerakan cannon ball. Peluk kedua dengkul, tundukan kepala, buat badan seperti bola. Dengan posisi tubuh seperti ini kemungkinan tubuh terkena hambatan arus akan sedikit, biasanya akan relatif lebih mudah terlepas dari hole. Jika sudah terjebak, berenang sekuatnya ke arah kiri atau kanan memanfaatkan arus kuat menuju hilir.
Ada dua jenis hole dimana jalan keluarnya adalah harus berenang mengikuti arus balik yang menabrak arus kuat ke hilir. Pada saat itu tubuh kita akan terbawa ke dalam air dan terdorong beberapa meter keluar dari hole. Hal tersebut terjadi karena air yang jatuh dari dam memiliki kekuatan yang besar umtuk mendorong apa saja yang ada di bawahnya. Tetapi jangan sampai terjebak ke dalam backwash ( arus balik yang menggulung ), karena untuk melepaskan diri dari dalam backwash sangat sulit.
Berenang Di Undercut
Terjepit di undercut ( lorong / celah batu / tebing yang berongga tertutup air ) adalah mimpi buruk bagi para rafter. Cara terbaik untuk keluar dari undercut adalah dengan berenang sekuat tenaga untuk menjauh dan keluar, biasanya 45 derajat melawan ke arah kiri atau kanan tergantung dimana posisi undercut.
Jika sudah terlalu dekat, balikkan badan pada posisi terlentang, kemudian angkat kaki tinggi – tinggi, jauhkan tubuh dari dinding batu, dengan menekan kaki ke dinding dengan mengarahkan tubuh 45 derajat keluar. Jika tidak berhasil dan setengah badan kita sudah tersedot, biasanya bagian kaki gunakan tangan untuk menahan supaya badan kita tetap berada di luar atau jika ada pegangan yang kokoh segera bertahan untuk menunggu pertolongan dari rekan yang lain.
Apabila seluruh badan sudah masuk ke dalam undercut, segera peluk kedua lutut, kemudian tunggu beberapa detik dan jangan melawan dengan harapan badan kita tetap di arus utama dan terseret keluar. Jangan menutup mata supaya kita tahu saat berada di dalam undercut yang gelap. Apabila badan kita terjepit atau berputar – putar didalam undercut, usahakan tetap tenang.
Jika badan kita terjepit, pelajari keadaan, coba untuk melepaskan diri, cari tempat berpijak, tolak sekuatnya dan berenang ke arah luar. Hal utama yang perlu diperhatikan adalah tidak panik dan mempertahankan kesadaran. Setelah dapat keluar cari eddies terdekat dan berenang masuk kedalamnya. Setelah berhasil mengamankan diri, kalau masih sanggup langsung bersiap untuk menolong rekan lain atau menyelamatkan barang – barang yang hanyut terbawa air.
Berenang Di Sweepers Dan Strainers
Beberapa rintangan yang harus diwaspadai oleh para rafter adalah rintangan pohon yang jatuh ke dalam air ( sweeper ) dan sebuah rintangan yang menghambat diatas permukaan air ( strainer ) yang di dalamnya terdapat sebuah hole atau dam yang berbahaya. Bila kita terjebak di dalam sweeper dan stainer ini, kita akan menemukan kesulitan untuk melepaskan diri dari rintangan tersebut karena badan tertahan rintangan dan terdorong arus sungai.
Cara Melepaskan Diri Dari Sweeper Atau Stainer
Bila kita akan menghadapi sweeper atau stainer, cobalah untuk berenang menghindar skuat tenaga. Saat benturan atau tabrakan dengan stainer atau sweeper tidak terelakan, berputarlah dengan poros perut dengan muka menghadap ke arah downstream dan usahakan tubuh tetap berada di permukaan air. Pusatkan perhatian untuk mendekati batang pohon atau mulut goa, buat gerakan dengan kaki terlebih dahulu dan tarik tubuh kita keatasnya dengan bagian kepala terlebih dahulu menggunakan pegangan yang dapat kita temukan di sekitar kita. Bila hal tersebut tidak dapat dilakukan di atas sebuah batang pohon / sweeper, cobalah bertahan sampai ada yang menyelamatkan kita.
Bila kita benar – benar harus melewati di bawah sweeper tersebut, hal pertama yang harus kita lakukan adalah rasakan rintangan – rintangan yang ada dengan kaki atau tangan. Berenang di bawah stainer atau sweeper merupakan usaha terakhir untuk melepaskan diri dari rintangan – rintangan tersebut.